gmki salatiga

gmki cabang salatiga

GMKI Cabang salatiga melangsungkan Penelaan Alkitab (PA) Via Zoom, Sabtu 23 Mei 2020 Pukul 19.00-21.00 WIB, dengan Pelayan Firman Avinda Saketa dan Liturgos Sdri. Arin dengan bacaan Lukas 14:25-35.

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti melewati berbagai macam persoalan, baik susah maupun senang. Misalnya dalam bangku perguruan tinggi banyak sekali persoalan yang kita hadapi seperti; sulitnya perkuliaan, tugas yang banyak, Nilai jatuh, dan susahnya tugas akhir (Skripsi). Tetapi kita relah mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan harapkan yaitu gelar S1, S2,bahkan S3, walaupun kita menghabisakan waktu yang banyak untuk belajar dengan biaya kuliah kuliah yang tinggi.

Begitu pun jika kita mau menjadi murid Tuhan. Untuk mengikut Tuhan Yesus bukanlah perkara yang muda kita harus relah berkorban walaupun nyawa kita sebagai teruhanya. Pertanyaan, Apa makna mengikut Tuhan? Makna mengikut Tuhan terbagi dalam 3 bagian : yang pertama Tuhan adalah yang nomer satu, kedua Memikul Salib dan Tidak Terikat dengan sikap Dunia.

Tuhan adalah yang nomor satu
Dalam Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya , ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Makna kata “Membenci” dalam ayat ini memiliki arti “Kurang Mengasihi” . Artinya Tuhan Yesus menuntut agar kasih dan kesetian kita (Murid) kepada-Nya lebih besar daripada setiap hubungan kasih sayang kepada yang lain, sekalipun kepada keluarga dan nyawa kita sendiri.

Memikul Salib
Memikul salib artinya kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita dengan segenap hati, dan menyerahkan diri kita untuk mengikut dia dengan berbagai macam pengorbanan yang kita lakukan. 

Tidak Terikat dengan sikap Dunia

Tidak Terikat dengan sikap duniawi artinya kita sebagai murid Tuhan Yesus tidak melakukan hal-hal dunia yang tidak sesuai dengan ajaran Tuhan, Seperti korupsi, pencurian, perkelahian dan lain lain. Sebagai murid harus memiliki komitmen yang kuat, untuk mengikut Tuhan Yesus dengan setia, agar kita terhindar dari ikatan sikap duniawi.

Pertanyaan Diskusi bersama

Dapatkah kita memenuhi tuntutan sebagai seorang murid ? Bisa ya dan tidak. Karena manusia pada umumnya memiliki sifat duniawi yang cukup dominan. Maka untuk menjadi murid yang baik/ideal rasa-rasanya cukup sulit dan susah untuk dilakukan. Tetapi kita sedang berupaya menjadi murid yang baik/ideal, dengan selalu memperbaharui diri agar kita dapat menjadi lebih baik hari lepas hari (Aksi-Refleksi-Aksi).

Dapatkah kita menolak sebagai seorang murid? Sebagai manusia yang memiliki kebebasan untuk menolak atau menerima sebagai murid, karena itu merupakan hak setiap individu. Akan tetapi mengikut Tuhan bukan suatu pilihan melainkan regeneri iman dari Orang Tua kita, sehingga kita tidak memiliki alasan untuk tidak menerima menjadi seorang murid.

Pertanyaannya apakah kita layak atau tidak menjadi seorang murid ? mungkin jawabanya kita belum layak. Karena menjadi murid yang layak bukanlah perkara yang mudah, melainkan kita harus relah berkorban untuk melayani Tuhan dengan segenap hati kita, walaupun dengan nyawa kita sendiri sebagai taruhannya.

Sebagai Murid Tuhan Yesus marilah kita berproses bersama-sama, menjadikan Tuhan sebagai Nomer satu atau yang utama dalam kehidupan kita, memikul salib kristus dengan kesungguhan hati dan tidak terikat dengan sifat dunia. Sehingga kita benar-benar layak menjadi murid yang baik.

Tinggilah Iman Kita, Tinggilah Ilmu Kita, Tinggilah pengabdian Kita. <br>
                                                      UT OMNES UNUM SINT

OLEH : Etus Umbu T. Padanga

 

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.