gmki salatiga

gmki cabang salatiga
PAPUA DAN KEMANUSIAAN : MENGENANG 14 HARI KEPERGIAN PDT.YEREMIA ZANAMBANI

Peristiwa tragis terjadi di tanah papua, pdt Yeremia Zanambani yang bersal dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) dan tokoh suku moni, Papua mengalami penembakan yang menewaskan. Penembakan terjadi pada sabtu, 19 september 2020  sekitar pukul 18.15 WIT.  Kejadian ini GMKI Cabang Salatiga merespon dengan melakukan ibadah refleksi pada hari ini tepat Sabtu, 03 Oktober 2020, pukul 18.00-Selesai  melalui Virtual.

Ibadah Refleksi dengan tema, “Papua dan Kemanusiaan : Mengenang 14 Hari Kepergian Pdt. Yeremia Zanambani”.  Ibadah refleksi di pimpin oleh Pdt. Nelson Kapitarau. Adapun refleksi yang pdt sampaikan dengan landasan teologis yang terdapat Kejadian 1 : 26-27 dan Lukas 10:26-37.

Ulasan refleksi yang disampaikan oleh Pdt. Nelson Kapitarau memuliai dengan bertanya, siapakah manusia di hadapan Allah? Manusia diciptakan pada hari ke-6, hari terakhir dari segala penciptaan yang Allah buat. Sesunggunya Allah  memberitahukan kepada kita bahwa dari semua yang dijadikan Allah  manusia tidak turut terlibat dalam masa penciptaan.  Oleh sebab itu tidak ada intervensi satu pun dari manusia akan hari penciptaan.  Allah  menjadikan manusia menurut gambarNya,  Allah Bapa dan Roh Kudus yang bersepakat menciptkan manusia.

 Kenapa manusia tidak diciptakan seperti hewan?  Mengapa menciptakan seperti  gambar Allah?   Agar manusia memiliki sifat-sifat  Allah yaitu:  kasih, kesabaran , kekudusan dll yang ada di dalam gambar Allah.  Hanya kepada manusia Allah menghembukan nafas kepada hidungnya.  Manusia memiliki derajat yang sangat tinggi yang hampir sama dengan Allah miliki.   Gambar Allah itu milik Allah oleh sebab itu tidak seorang pun yang merusak IMAGODEI, bahwa tidak boleh saling membunuh dan merusak karena kita memiliki hak yang sama yaitu untuk hidup.  Allah sajalah yang berhak mengambil IMAGODEI itu, barang siapa yang hendak merusak dan membunuh Sang Pemilik itu akan membalas semua itu.

Melihat dari bacaan kita bahwa Orang Samaria yang baik hati dengan ahli-ahli Taurat. Lalu ahli-ahli Taurat memberikan pertanyaan, kepada siapa sesamaku manusia? Pertanyaan yang ditujukan kepada Yesus.  Ahli taurat yang bertanya yang hendak mencobai Yesus. Apakah yang hendak ku perbuat? Jawab Yesus  Kasihilah sesamamu manusia. Hal ini menujukan juga orang Israel dan orang Samaria hubungan yang tidak harmonis karena memiliki tempat beribadah yang berbeda.  Reaksi orang samaria memiliki belas kasihan, orang tidak dikategorikan  yang tidak masuk dalam hitungan tapi memiliki jiwa kemanusiaan yang luar biasa. Lalu pertanyaan refleksi kembali dilontarkan siapakah sesama manusia itu? sesama manusia tidak lihat dari warna kulit, ras, agama akan tetapi manusia itu seperti yang Tuhan ciptakan itu.  Almarhum dibunuh  ada juga anggota TNI . 

Dalam waktu dua hari ada gambar dan rupa Allah  dibunuh tetapi ada banyak orang di Papua dibunuh dan banyak orang mengalami penderitaan.  Perbuatan itu adalah perbutan keji.  Ada yang mencurigai pelaku yang menembak dari KKB , ada juga yang mengatakan dari TNI akan tetapi sejauh ini belum pasti. Konsep Jakarta dan Papua dalam melihat masalah papua itu berbeda. Hak atas tanah wilayah dan berusaha menjaga wilayah akan tetapi dia dibunuh.  Kalau tidak ada mediasi yang baik kelompok bersenjata maka masalah Papua terus bergejolah. 

Lihat saja berita di media kedepan pasti  ada lagi yang akan dibunuh.  Kenapa kita tuntut kepada orang bersenjanta karena menghilangkan nyawa,  menghancurkan keluarga, perekonomian maupun pendidikan dari keluarga tersebut.  Matai rantai, luka batin akan trus ada di dalam keluarga. Kita melihat peristiwa bukan karena seorang hamba Tuhan tetapi sebagai  manusia karena hal ini soal kemanusian. Sebagai manusia serupa dan segambar dengan Allah kita perlu memperjuangkan kemanusiaan itu dan kita kutuk keras perbuatan  orang membunuh itu.

Demikian ulasan Refleksi yang di sampaikan oleh Pdt. Nelson Kapitarau semoga kita sama-sama bergandengantangan menjungjung  tinggi kemanusiaan dan melawan orang-orang berani melakukan pembunuhan.

Tuhan berkati.

Ut omnes Unum Sint.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.