gmki salatiga

gmki cabang salatiga
Penguatan Ekonomi Perempuan Urban Pasca Bencana

(24/11/2020) -Diskusi Komunitas Gender GMKI Cabang Salatiga. Diskusi hari ini diawali dengan cerita pengalaman dari Maria Liliana (Narasumber) saat menjadi relawan gempa  di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Narasumber membagikan pengalamannya melihat kehidupan  masyarakat yang hidup didaerah kumuh karena akibat gempa.

Situasi ekonomi sebelum gempa, laki – laki di Lombok sebesar 20 % adalah buruh lepas seperti buruh bangunan dan pelabuhan sehingga mereka tidak memiliki pendapatan tetap. Sedangkan perempuan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan ada juga yang bekerja sebagai pedagang keliling. Hal itu disebabkan karena Laki-laki dan perempuan di Lombok masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

Salah Satu indikator yang ditetapkan Oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur sebuah keluargan miskin atau tidak adalah besar tabungan yakni 500 ribu. Maka jika sebuah keluarga tidak memiliki tabungan senilai Rp.500 ribu maka keluarga tersebut tergolong dalam keluarga miskin. Dan ditemukan bahwa banyak korban musibah yang  tidak memiliki tabungan, itu berarti keluarga tersebut masih dalam kondisi ekonomi yang lemah.

Dengan kondisi ekonomi yang lemah ini, akan berdampak pada timbulnya berbagai masalah-masalah seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pendidikan yang rendah, gisi dan kondisi psikologis yang sulit dikendalikan.

Dengan hal tersebut banyak hal yang dilakukan sebagai solusi dalam keterpurukan. Maka dilakukanlah Psykology First Aid (PFA) kepada korban-korban dalam hal ini Perempuan-perempuan yang terkena musibah. Melakukan edukasi kondisi ekonomi mereka dalam rumah tangga, membentuk kelompok simpan pinjam perempuan sehingga mereka dapat menabung dan meminjam uang.

Selain itu juga, di edukasi bagaimana caranya memanfaatkan lahan sempit untuk ketahanan pangan ( aquaponik ), ketrampilan membuat sabun, sampo, dan membentuk asosiasi perempuan.

Sehingga perempuan – perempuan dapat memiliki peran untuk membantu suami mereka dalam menyelesaikan masalah ekonomi yang sedang mereka hadapi, ini memberikan pelajaran bahwa perempuan  memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Apa relevansi dengan pandemic covid-19 ? setiap orang harus kreatif dan siap untuk menghadapi setiap kejadian – kejadian tak terduga.

Tentunya menjadi relawan, akan ada berbagai tantangan, namun  nilai – nilai didalam diri harus diperkuat agar tahan terhadap tantangan. Tantangan itu bukan saja datang dari dalam tetapi bisa juga dari luar, oleh karena itu individu harus memerdekakan pikiran. Jangan biarkan hidup diatur oleh tanggapan orang.  

Oleh : Eka Selly – Sekretaris Fungsi Pendidikan Kader GMKI Salatiga.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.